Saat hari mulai gelap mendatangkan malam, seseorang mulai menghitung detik demi detik waktu yang akan berlalu untuk menyambut matahari terbit esok pagi. Setelah mulai lelah dengan semua kegiatan ia merasa bahwa hidupnya tidak berarti dalam hal yang selama ini ia jalani. Ya! keputusasaan sepertinya melanda sebuah perasaan seseorang itu. Saya pun yang menulis ini tidak menyebutkan tokoh dalam perumpaan atau cerita singkat tentang kehidupan dan harapan ini.
Mencintai bukanlah hal yang mempunyai arti kehidupan kekal, dimanapun kita berada, berpijak di bumi ini bukankah kita sudah ditakdirkan untuk menjalani hidup dengan penuh cinta dan kasih. Segala hal-hal yang menyulitkan manusia tidak dapat dihindari karena yang menciptakan alam beserta isinya ini telah memberikan sebuah tugas dengan harapan, tanggung jawab dan usaha yang tidak ada keputusasaan. Namun apa boleh dikata kita hanya khaifah di muka bumi ini yang diciptakan sebagai manusia yang memiliki akal, napsu, perasaan dan serta mertanya sebagai manusia yang mana membedakan kita dengan binatang dan tumbuhan.
Terkadang saya sulit berpikir untuk menjadi manusia yang layaknya memiliki akal sehat. Setiap hari manusia memiliki motivasi dan tujuan hidup, mereka bekerja mengejar pendidikan untuk mencari wawasan agar dapat mengerti dunia dan seisinya. Semua itu hanya kegiatan yang lambat laun akan membuat semua manusia bosan dengan kehidupan. Tanpa doa. Berdoa membuat kita memiliki harapan dan tujuan yang kekal karena dengan kita berdoa kepada sang pencipta, kita percaya bahwa Tuhan memanglah menciptakan segalanya.
Tidak ada yang bisa menghentikan manusia berharap, apalagi untuk mengkhayal layaknya orang gila. Khayalan terkadang adalah suatu motivasi hidup seseorang yang mungkin akan mengubah takdir mereka. Rasa cinta yang berlebihan terhadap manusia pun terkadang hanya membuat rasa sakit yang akan menimbulkan keputusasaan, maka janganlah berlebihan menanggapi kasih sayang yang akan diberikan seseorang kepada kita. Menjalani hidup ini tidaklah semudah mengedipkan kelopak mata, rumit dan banyak rintangan yang akan hadir sampai titik rasa aman sudah tidak bisa dirasakan lagi. Namun hanya Tuhan yang punya jalannya dan dapat menyembuhkan penyakit hati serta menghilangkan energy negative yang ada dalam jiwa seseorang.
Kesedihan ini mungkin tidak akan berubah menjadi sebuah sayatan senyum, namun keyakinan dalam sebuah khayalan dapat merubah kesediahan menjadi tawa yang membangkitkan gairah hidup yang akan lebih baik lagi. Tersentak sesekali jika saya membaca sebuah buku tentang manusia dan kehidupan. Beribu tanya dalam hati menghampiri dan ingin melontarkan kata-katanya kepada sang penulis, geli tertawa dalam kalbu mengingat bahwa itu tidak mungkin.
Mengharapkan sesuatu menjadi nyata, sesuatu di luar kodrat manusia, tentu saja bisa menjadi mungkin bila Tuhan menghendaki. Tulisan abstrak ini saya tulis karena saya sendiri pun bingung dengan arti kehidupan, dengan secuput harapan dari sebuah khayalan saya juga menginginkan semua manusia di dunia ini hidup dalam kesenangan tanpa kesedihan.
Berawal dari batasan-batasan yang dimiliki manusia sejati, saya berusaha ingin bebas tanpa aturan. Tentu saja semua itu bukanlah hal yang mungkin. Berpikir secara filsafat layaknya sang filosofi muda mengartikan sebuah arti kata 'cinta' dan 'kehidupan'.
Bagaimana bisa seseorang mengubah dirinya tanpa ia sadari bahwa ia pun tidak pernah melakukan hal yang berarti dalam hidupnya selama ini. Tangis dalam kesenangan karena dapat memiliki dan dimilki, tawa dalam kesesusahan karena merebut hak orang lain. Itulah sebuah kehidupan yang nyata. Menyimpan berbagai macam bentuk karakter dari diri manusia.
Yossy Tamara :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar