Minggu, 16 Oktober 2011

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan
 
            Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, cantik, elok dan molek.Keindahan identik dengan kebenaran segala yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanyaindah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahanberasal dari kata indah yang berarti bagus, cantik, elok dan molek.Keindahan identik dengankebenaran segala yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapitidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. 
 
               Menurut sejarah Yunani kuno abad 18, pada saat itu pengertian keindahan telah di pelajari oleh para Filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau”, Italia dan Spanyol “Bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin “Bellum”, akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
 
Keindahan mempunyai banyak arti, yaitu : 
 
1. Keindahan dalam arti luas, yaitu keindahan seni, alam moral, intelektual. Keindahandalam arti luas mengandung banyak kebaikan. 
2. Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalamhubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. 
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Keindahan dalamarti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan seperti benda-benda yangdapat dilihat yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagaikeselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.
 
            Keindahan adalah suatu unsur yang ada didalam diri manusia. Setiap manusia pernah merasakan keindahan. Keindahan tidak terlepaskan dari kehidupan manusia. Keindahan bernilai abstrak. Keindahan tidak bergantung pada suatu teori tapi keindahan dapat dirasakan. Besarnya nilai suatu keindahan itu berbeda-beda jika dinilai dari pendapat beberapa orang, karena setiap orang mempunyai nilai tersendiri tentang keindahan menurut mereka. Manusia diberikan mata oleh Tuhan untuk dapat merasakan keindahan yang ada dimuka bumi ini.Yang sudah diberikan Tuhan kepada kita sebaiknya kita jaga.
            Dalam kehidupan manusia keindahan banyak diartikan sebagai seni. Keindahan dapat berupa rumah, alam, manusia, dll. Keindahan itu dapat diartikan sebagai sesuatu yang cantik, molek, enak dilihat, bagus.Dengan zaman yang semakin berkembang ini keindahan dapat ditemukan dengan mudah. Manusia dengan keindahan saling berhubungan seperti seorang wanita yang senang dandan yang menjadikan dirinya molek, akan menimbulkan keindahan jika dipandang. Tetapi jika terlalu berlebihan juga menjadi tidak indah. Keindahan yang berasal dari kata 'indah' dapat ditemukan juga dari beberapa nama manusia. Setiap manusia menyukai dengan keindahan. Keindahan dapat memberikan kesenangan kepada setiap manusia. 
 
1.Manusia dan Keindahan
 
       Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandungpengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah,sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan jugamenyenangkan.
 
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak dan keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak dan keinginan manusia itu pun bersifat demiikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni, untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain adalah sesuatu yang “Baik”, yang “Indah”. Maka “Keindahan” pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana keindahan itu peraasaan “(ke)-manusia- (annya)” tidak terganggu.
Keindahan yang bersifat jasmani yang dimaksudkan ialah keindahan yang dapat “menyenangkan” atau “memuaskan“ indera manusia; baik indera penglihatan maupun indera pendengaran. Keindahan yang bersifat rohani dimaksudkan keindahan yang dapat “menyenangkan” atau “memuaskan“ batin manusia. Tetapi perlu segera dipahami bahwa walaupun secara material keduanya dapat dibedakan, secara Esensial keduanya tidak dapat dipisahkan; karena pada akhirnya “Unsur kemanusiaan” itulah yang harus menjadi penentunya. Sebuah lukisan yang secara lahiriah “menyenangkan” tetapi jika “batin” manusia menolaknya karen lukisan itu dapat ”merusak”. Kemanusiaan manusia, maka lukisan itu tidak berhak disebut indah. Kodrat manusia selalu mendambakan sesuatu yang baik, yang dapat menyempurnakan kemanusiaannya. Disadari atau tidak setiap manusia tidak senang terhadap sesuatu yang jorok, yang tidak baik, dan yang merendahkan martabatnya. Karena itu “Keindahan” bagi manusia sebenarnya bukan sekedar sesuatu yang menjadi “harapannya“ melainkan merupakan sesuatu
yang “harus diusahakan adanya”. Salah satu definisi yang paling dikenal adalah hasil pemikiran penyair romantik Inggris, John Keats. Dibukunya yang ditulis tahun 1817, Endymion, terapat definisi tentang Keindahan semacam ini : “A thing of beauty is a joy forever : It’s loveliness
increases; it will never pass into nothingness”. “Sesuatu yang indah adalah kegembiraan selama-
lamanya : Kemolekannya bertambah, dan takkan pernah menuju ketiadaan”.
Menurut John Keats, keindahan objektif disamakan dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Sebab keduanya memiliki nilai yang sama, yaitu Universal dan Abadi. Disamping itu juga mempunyai daya tarik yang selalu bertambah jelasnya tidak ada keindahan jika tidak mengandung kebenaran, dan yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar